Selasa, 11 Agustus 2015

Asmaul Husna

Sebagai bagian dari pendidikan karakter Islami di SDII Al Abidin, maka semua siswa dikenalkan dengan 99 Asmaul Husna sejak awal. Asma'ul Husna artinya adalah nama-nama Allah SWT yang baik.

Siswa kelas 6 Darussalam biasanya menghafal Asma'ul Husna dengan diiringi lagu dari ESQ, jika kalian menginginkan lagu tersebut silakan download di sini.

Berikut ini adalah 99 Asma'ul Husna:

1. (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi / Penyayang
3. (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Merajai
4. (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat
6. (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Memelihara / Mengawasi
8. (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa / Ynag Dapat Mengalahkan
9. (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Perkasa / Menundukkan Segalanya
10. (Al Mutakabbir) Artinya Yang Mempunyai kebesaran.
11. (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan / Melepaskan
13. (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Memaksa
16. (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah / Pengkarunia
17. (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang / Menyempitkan Rezeki
21. (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat / Melapangkan Rizki
22. (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Merendahkan Derajat
23. (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi / Meninggikan Derajat
24. (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili / Menetapkan Hukum
29. (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut/Halus
31. (Al Khabir) Artinya Yang Maha Waspada
32. (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur / Berterima Kasih
36. (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi
37. (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga / Memberikan Makan
40. (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. (Al Jalil) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran
42. (Al Karim) Artinya Yang Maha Mulia
43. (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada / Mengawasi
44. (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. (Al Wadud) Artinya Yang Maha Mengasihi / Penyayang
48. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentabir / Mengurusi
53. (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh / Kokoh
55. (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal / Memulai
59. (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembalikan
60. (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. (Al Hayyu) Artinya Yang Maha Hidup
63. (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Mendahului
72. (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Mengakhiri / Penangguh
73. (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. (Al Batin) Artinya Yang Batin / Tak Kelihatan Dzatnya
77. (Al Wali) Artinya Yang Memerintah / Menguasai
78. (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan / Kebaikan
80. (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. (Al Muntaqim) Artinya Yang Maha Memberi Hukuman / Siksaan
82. (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal / Memiliki Kerajaan
85. (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan
86. (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Adil
87. (Al Jami) Artinya Yang Maha Mengumpulkan
88. (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya
89. (Al Mughni) Artinya Yang Maha Memberi Kekayaan
90. (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah / Mempertahankan
91. (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat / Bahaya
92. (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. (Al Nur) Artinya Memberi Cahaya
94. (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. (Ar Rasyid) Artinya Yang Maha Pandai
99. (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

Aanak-anak ada yang sudah hafal?

MPI Aksara Jawa

Kalian pasti pernah belajar menulis Aksara Jawa. Mudah atau sulit ya, menulis aksara Jawa? Tidak sedikit siswa yang kesulitan dalam menulis kata apalagi kalimat dengan menggunakan aksara Jawa.

Ho no co ro ko, dan seterusnya, itulah sebagian kecil aksara Jawa yang harus dipelajari anak-anak di sekolah dasar. Mr Ady ingin sedikit membantu kalian mengenal huruf Jawa secara visual, melalui multimedia pembelajaran interaktif Aksara Jawa. Media ini dibuat dengan powerpoint, lho. Tapi insya Allah tetap menarik, dan mudah dioperasikan.

Kalian penasaran, ingin segera belajar aksara Jawa secara menyenangkan ? Silakan kalian download di sini.

Selamat belajar, ya!

Buku Siswa Tematik Kelas 6 (Kurikulum 2013)

Kali ini Mr Ady akan berbagi kepada semua siswa dan pembaca blog, yaitu buku siswa Tematik Kelas 6 SD.


Buku Siswa Kelas 6 Tema 1, silakan download di sini.












Buku Siswa Kelas 6 Tema 2, silakan download di sini.

MPI Tata Suryaku

Anak-anak kelas 6 Darussalam yang sholeh, kali ini Mr. Ady ingin berbagi multimedia pembelajaran interaktif untuk kalian semua. Judulnya adalah Tata Suryaku. Dibuat dengan powerpoint, jadi mudah diaplikasikan di komputer kalian.

Kalian sudah kenal 8 planet yang ada di tata surya kita? Jika kalian ingin mengenal lebih dekat 8 planet tersebut, silakan langsung saja kalian download di sini.

Senin, 10 Agustus 2015

Ihsan dan Wildan go to IMSO 2015

Kabar menggembirakan, hari ini 2 siswa SDII Al ABidin kelas 6 Darussalam berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pembinaan dan seleksi IMSO tahap 1 di Jakarta.

Mereka adalah:
1. Wildan Malik Fajar (IPA)
2. Ibrahim Ihsan Rasyid (Matematika)

Mereka berdua mengikuti seleksi IMSO tingkat provinsi di Kantor Dinas Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 10 Juni 2015 yang lalu. Alhamdulillah mereka berdua lolos, dan bersama 55 siswa lain se-Indonesia akan mengikuti proses karantina (pembinaan) dan seleksi tahap 1 pada tanggal 11 - 17 Agustus 2015 di Jakarta.

Selamat berjuang, semoga berhasil lolos ke tahap berikutnya.

Latihan UH Tema 1 Sub Tema 1.

Latihan UH Tema 1 Sub Tema 1

Minggu, 09 Agustus 2015

Kaligrafi (Karya Aldo)

Kali ini Mr. Ady menampilkan hasil karya seni atas nama Aldo Fauzi Akbar, berupa kaligrafi. Bagus, kan teman-teman? Ayo silakan kalian boleh memberikan komentar atas karya Aldo, dan segera berkarya agar bisa ditampilkan di blog Kelas Darussalam.

Selamat berkarya!



Tema 1 Sub Tema 1 Muatan Mapel IPS

Manusia dan Kondisi Geografis.
Bakau, Tumbuhan Penjaga Pesisir Pantai Bakau merupakan tumbuhan unik yang terdapat di muara sungai, daerah pasang surut, dan pesisir laut. Tumbuhan ini unik, karena memiliki ciri-ciri gabungan dari tumbuhan yang hidup di darat dan di laut.  Bakau memiliki akar napas, yang berfungsi menyerap oksigen dari udara. Ini merupakan cara adaptasi tumbuhan terhadap kondisi tanah yang miskin oksigen.

Keberadaan bakau di lingkungannya memiliki berbagai manfaat, antara
lain sebagai berikut.
1.  Melindungi pantai dari erosi dan abrasi
Adanya bakau di pesisir pantai bermanfaat untuk menjaga agar garis pantai tetap stabil dan tidak terkikis oleh terpaan ombak. Rumpun-rumpun bakau mampu menyerap energi gelombang yang datang, sehingga hanya riak gelombang yang sampai di sisi pantai.
2.  Menahan rembesan air laut ke darat.
3.  Sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah industri Selain dapat menjaga daratan, bakau juga memiliki peran penting dalam mengurangi polutan di air laut.
4.  Menciptakan udara psisir yang bersih dan segar. Daun bakau dapat menyerap gas karbondioksida dan melepaskan oksigen ke lingkungan. Dengan demikian, udara di sekitar pantai tetap bersih dan segar.
5.  Menjadi habitat alami berbagai biota darat dan laut Kelestarian hewan laut dan darat seperti udang, kepiting, berbagai jenis ikan, burung, monyet, serta biawak terjaga dengan adanya hutan
bakau di pesisir pantai.
6.  Mengurangi dampak bencana akibat gelombang laut, seperti badai dan gelombang pasang.
Saat ini, terutama di kota-kota besar, keberadaan bakau di sekeliling garis pantai semakin menyusut. Hal ini disebabkan penebangan bakau secara berlebihan maupun akibat pengalihan hutan bakau menjadi area tambak, pemukiman, maupun area perindustrian. Oleh karena itu, perlu digalakkan
kesadaran masyarakat untuk merehabilitasi keberadaan tanaman bakau.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Tema 1 Sub Tema 1 Muatan Mapel PKn

Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari.

Pancasila mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan masyarakat, dan dengan lingkungannya.
1.  Ketuhanan yang Maha Esa
2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.  Persatuan Indonesia
4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan
5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Latihan soal:
1. Siswa diminta menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Siswa diminta mencari  3 contoh perilaku/sikap lain dalam kehidupan sehari-hari yang 
sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu sila pertama dan kedua.

Kunci jawaban:
1. Nilai-nilai yang terkandung dalam :
a. Sila 1 adalah terkait dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Nilai-nilai tersebut antara lain Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, toleransi, kebiasaan beribadah, penghormatan kepada agama atau kepercayaan lain, kerukunan dan kerja sama antarumat beragama. 
b. Sila 2 adalah antara lain pengakuan terhadap adanya martabat manusia dan perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
c. Sila 3 adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Cinta perdamaian dan persatuan, tidak egosentris
d. Sila 4 adalah mendahulukan kepentingan umum dan tujuan bersama, Cinta permusyawaratan dan demokrasi, bijaksana dalam menyelesaikan masalah.
e. Sila ke 5 adalah adil, bukan berarti sama, suka bekerja keras, menghormati kedaulatan bangsa sendiri dan bangsa lain menganggap bangsa lain sederajat

2. Tiga  3 contoh perilaku/sikap lain dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu sila pertama dan kedua.






Tema 1 Sub Tema 1 Muata Mapel Bahasa Indonesia

Laporan Investigasi

Materi:
Contoh laporan investigasi yang ditulis Udin.
Judul     : Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Tugas    : Mandiri
Metode   : Pengamatan dan Wawancara
Alat dan Bahan
1.  Buku
2.  Alat tulis
3.  Buku Referensi atau lainnya

Bagaimana Jagung Berkembang Biak?

Jagung merupakan salah satu tanaman yang dijadikan bahan makan pokok di berbagai tempat, juga di Indonesia. Contohnya, penduduk Pulau Madura menjadikan jagung sebagai makanan pokoknya. Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul di permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus tumbuh  menjadi besar. Tiga hingga tiga setengah bulan, buah jagung dapat dipanen oleh petani. Buah jagung yang berbentuk seperti tongkol pada mulanya berupa sekuntum bunga.  Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian ujungnya. Pada helai rambut tersebut terdapat tepung sari. Tepung sari akan terbang terbawa angin, ketika angin bertiup. Tepung sari yang terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala putik yang terletak di bagian bawah bunga pada pohon jagung yang lain. Ketika itulah terjadi pembuahan.


Bunga jagung tersebut terus berkembang hingga menjadi buah jagung. Perkembangan itulah yang dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung akan siap dipanen ketika rambut jagung sudah berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah mengering. Apabila buah jagung tersebut dikupas akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan. Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji jagung. Supaya jagung selalu tersedia sebagai bahan makanan manusia, maka petani jagung harus menanam kembali sebagian biji jagung dari hasil panen. Biji jagung yang tua dapat ditanam kembali. Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan jagung.

Soal:
Bersama temanmu, carilah informasi umum, fakta-fakta, dan kesimpulan dari laporan investigasi yang ditulis Udin.


Kunci Jawaban:
Struktur Laporan Investigasi.
Judul
Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Alat dan Bahan
Buku
Alat Tulis
Buku referensi atau lainnya

Informasi Umum
Jagung adalah salah satu tanaman yang dijadikan bahan makanan di berbagai tempat, juga di Indonesia.  Penduduk  Pulau Madura menjadikan jagung sebagai makanan pokoknya. Jagung merupakan salah satu penghasil karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul di permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus tumbuh menjadi besar. Tiga hingga tiga setengah bulan kemudian, buah jagung dapat dipanen oleh
petani. Buah jagung yang berbentuk seperti tongkol itu, pada mulanya berupa sekuntum bunga jagung.

Fakta-Fakta dari Data yang Dikumpulkan
Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian ujungnya. Pada helai rambut tersebut terdapat tepung sari. Ketika angin bertiup, tepung sari akan terbang terbawa angin. Sebagiannya, akan jatuh pada putik, yang terletak pada bagian bawah bunga. Ketika itulah terjadi pembuahan. Bunga jagung kemudian terus berkembang hingga menjadi buah jagung. Perkembangan itu dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung akan siap dipanen ketika rambutnya sudah berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah mengering apabila dikupas akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan. Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji jagung.

Kesimpulan
Agar jagung selalu tersedia sebagai bahan makanan manusia, maka petani jagung harus menanam kembali sebagian dari hasil panennya. Biji jagung yang telah tua ditanamnya kembali. Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan jagung.


Tema 1 Sub Tema 1 Muatan Mapel Matematika

Pecahan Biasa, Desimal, dan Persen

Ladang Sumber Kehidupan

Pak Umar memiliki ladang seluas 1.000 m2. Ladang tersebut merupakan sumber mata pencaharian Pak Umar dan keluarganya. Selain hasil dari menanam dijual, bahan makanan yang berasal dari ladang juga diolah untuk dimakan oleh Pak Umar dan keluarganya. Pak Umar dan keluarganya merawat tumbuhan di ladang dengan penuh kasih sayang. Pak Umar menanami 0,25 bagian dari ladangnya dengan kacang panjang, ¼  bagian ditanami pohon mangga, dan sisanya ditanami jagung.

Latihan Soal:

1. Tuliskan luas setiap bagian ladang Pak Umar dalam bentuk pecahan biasa, desimal, dan persen pada tabel !

Pada saat panen tiba, ladang Pak Umar menghasilkan 125,5 kg kacang panjang, 246,8 kg buah mangga, dan 145,25 kg jagung. Kemudian, Pak Umar menjual 95% dari total setiap jenis tanaman hasil panennya. Sisanya dikonsumsi untuk seluruh anggota keluarga Pak Umar. 

2. Dalam satu tahun Pak Umar tiga kali memanen jagung,  dua kali memanen mangga, dan empat kali memanen kacang panjang. Hitung total jumlah setiap jenis tanaman tersebut yang dijual dan dikonsumsi. Tuliskan dalam tabel !

Pak Umar menjual hasil panen untuk satu kg kacang panjang Rp1.500,00, satu kg mangga Rp2.500,00, dan satu kg jagung Rp1.250,00.

3. Berapa rupiah uang yang didapat Pak Umar dari hasil panen untuk semua jenis tanaman?


Kunci Jawaban:

1. Luas setiap bagian kebun dalam bentuk pecahan biasa, desimal, dan persen.








2. Total jumlah yang dihasilkan setiap jenis tanaman dalam satu tahun.









3. Uang yang didapat Pak Umar dari hasil panen semua jenis tanaman.


Jumat, 07 Agustus 2015

Tema 1 Sub Tema 1 Muatan Mapel IPA

A. Perkembangbiakan tumbuhan.

1. Secara Generatif
Tumbuhan berkembangbiak  secara generatif melalui proses penyerbukan, yaitu jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik.

2. Secara Vegetatif Alami (tanpa bantuan manusia)
Secara vegetatif alami, tumbuhan berkembangbiak melalui beberapa cara, yaitu:
a. Spora
    Contoh: jamur, tumbuhan paku, dan lumut
b. Tunas
    Contoh: pisang, bambu
c. Umbi Lapis
    Contoh: bawang merah
d. Umbi Batang
    Contoh: kentang, ubi jalar
e. Umbi Akar
    Contoh: singkong, wortel, lobak
f. Rizhoma (akar tinggal)
    Contoh: kunyit, jahe, lengkuas
g. Geragih (stolon)
    Contoh: strowberi, semanggi

3. Vegetatif Buatan (dengan bantuan manusia)
Secara vegetatif buatan, tumbuhan berkembangbiak melalui beberapa cara, yaitu:
a. Cangkok




b. Menyambung (enten)


c. Menempel (okulasi)



d. Setek

e. Merunduk



Kamis, 06 Agustus 2015

Game Kambing, Kubis, dan Serigala

Anak-anak hebat, kali ini Mr Ady posting game asah otak yang kedua yaitu game kambing, kubis, dan serigala. Tantangannya adalah bagaimana agar kalian bisa menyeberangkan dengan selamat.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja kalian download dan mainkan gamenya di sini.

Sebelum download, jangan lupa tulis komentar di kolom yang disediakan ya. Ayoo, siapa berani terima tantangan ?

Pendidikan Karakter di SDII Al Abidin (Bagian 2)

Ayah/Bunda, SDII Al Abidin telah menyusun program pembiasan ibadah dalam rangka memperkuat pembentukan karakter siswa. Berikut ini saya tuliskan beberapa program pembiasaan tersebut.

A. Wudhu
Dalam hal wudhu, beberapa hal yang harus diperhatikan siswa adalah terkait waktu (kapan siswa harus mulai berwudhu), tempat (di mana siswa boleh berwudhu), dan pelaksanaan wudhu (sudah ada buku pedoman tata cara wudhu untuk siswa)

B. Sholat
Dalam hal sholat juga ada beberapa hal yang harus diperhatikan siswa, antara lain terkait waktu (jam berapa siswa sholat Dhuhur dan Asar), tempat (di mana siswa mengerjakan sholat berjamaah di sekolah), dan pelaksanaan sholat (sudah ada buku pedoman tata cara dan bacaan sholat untuk siswa)

C. Dzikir dan Doa
Untuk dzikir dan doa, karena ada banyak sekali ragam bacaan dzikir dan doa, maka SDII Al Abidin juga sudah membuat buku pedoman standarisasi bacaan dzikir dan doa untuk siswa.

D. Sholat Dhuha
Dalam hal sholat Dhuha, beberapa hal yang harus diperhatikan siswa adalah waktu (siswa kelas 6 adalah pagi hari sebelum pelajaran dimulai), tempat (di kelas masing-masing), dan pelaksanaan sholat dhuha (dilaksanakan sendiri-sendiri / munfarid)

E. One Day One Lembar (ODOL)
Ini adalah program pembiasaan untuk siswa yang sudah bisa membaca Al Quran (terutama kelas 6). Targetnya minimal siswa mengaji di sekolah 1 hari 1 juz. Waktu pelaksanaannya adalah antara jam 11.30 - 13.00 (menjelang dan sesudah sholat Dhuhur berjamaah). Tempat bebas, dan ada lembar kontrol untuk setiap siswa.

Demikian program pembiasaan ibadah, yang merupakan salah satu program di sekolah untuk menguatkan pencapaian pendidikan karakter positif bagi siswa. Semoga Ayah/Bunda berkenan mendukung suksesnya pelaksanaan program ini.


Rabu, 05 Agustus 2015

Pendidikan Karakter di SDII Al Abidin (Bagian 1)

SDII Al Abidin adalah sekolah Islam yang memadukan antara kurikulum Diknas dan Kurikulum Islam. Berkenaan dengan pendidikan karakter, pada artikel kali ini akan kami sampaikan sebagian tentang pedoman pembelajaran dan pendidikan karakter siswa di SDII Al Abidin. 

Sekolah (dalam hal ini tim kesiswaan) telah membuat "TEMA" pendidikan karakter tiap bulan, dilengkapi dengan cakupan atau indikator pencapaiannya. Tema tersebut dijadikan ikon di setiap bulannya agar siswa-siswi memahami, dan mampu menginternalisasikan tema-tema tersebut pada dirinya dengan bimbingan guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Ayah/Bunda, berikut ini adalah tema-tema pendidikan karakter setiap bulan di sekolah kita:

Januari (MANDIRI): mandiri dalam belajar, ibadah, dan kegiatan sehari-hari
Indikator: a) Membuat jadwal belajar (mematikan TV saat jam belajar); b) Beribadah, meliputi solat berjamaah dan tilawah tanpa diperintah; c) Mandi, makan, dan memakai baju sendiri; d) Menghindari menyuruh orang lain dalam melaksanakan/ menyelesaikan tugas pribadi

Februari (DISIPLIN): disiplin dalam berbagai hal
Indikator: a) Antri di kantin, di kelas, saat mengumpulkan tugas, dll; b) Datang ke sekolah tepat waktu; c) Berseragam lengkap

Maret (JUJUR): jujur dalam setiap ucapan dan tindakan
Indikator: a) Berbicara jujur; b) Tidak mencontek; c) Tidak mengambil yang bukan haknya, misalnya jajanan kantin, barang milik teman, dll

April (CINTA LINGKUNGAN): mencintai kelestarian lingkungan
Indikator: a) Merawat tanaman dan tumbuh-tumbuhan; b) Mengambil sampah yang ada di rumah, di sekolah, dan yang ditemui di jalan kemudian membuangnya ke tempat sampah; c) Segera menyampaikan kepada petugas kebersihan sekolah apabila ada kotoran yang susah dibersihkan

Mei (BERSIH DAN RAPI): menjaga kebersihan dan kerapihan diri
Indikator:  a) Toilet training (menyiram kloset minimal 7x setelah BAB/BAK; b) Mandi minimal 2x sehari, menggosok gigi, memotong kuku, dsb; c) Cuci tangan dengan benar setiap hendak makan dan setelah dari toilet; d) Memakai seragam dengan rapi; e) Merapikan loker dan ruang kelas; f) Merapikan alat solat setelah dipakai; g) Menjaga kerapian shof ketika solat; h) Ketika di aula kampus 1, sepatu/sandal ditaruh di loker dan tas dikumpulkan di tengah (tidak di jalan untuk lewat

Juni (PEDULI SOSIAL): peduli dan peka terhadap orang tua, teman, dan saudara
Indikator: a) Membantu teman dan orang tua yang membutuhkan bantuan; b) Mengingatkan teman yang salah; c) Silaturahmi dengan saudara; d) Mendahulukan orang lain (kecuali dalam ibadah); e) Mengajari teman yang susah dalam memahami pelajaran; f) Mensukseskan PEKA

Juli (TOLERANSI): menghargai perbedaan dan peka
Indikator: a) Hidup akur dengan teman-teman di kelas; b) Menjenguk teman yang sakit

Agustus (SOPAN SANTUN): sopan santun dalam berbicara dan berperilaku
Indikator: a) Tidak berteriak kepada orang yang lebih tua; b) Berbicara dengan sopan, lemah lembut, dan tidak berkata kasar/kotor; c) Berjalan pelan-pelan ketika lewat di depan orang yang lebih tua (agak membungkukkan badan); d) Memberikan salam terlebih dahulu/ bersalaman dengan guru (khusus level 4-6 putra-putri menyesuaikan)

September (BERSABAR): Menahan diri dari hal-hal yang merugikan diri sendiri
Indikator: a) Bersabar dan tidak marah-marah; b) Menghindari berantem dengan teman; c) Meminta maaf terlebih dahulu

Oktober (PERCAYA DIRI): Percaya diri untuk berbicara dan tampil
Indikator: a) Percaya pada kemampuan diri sendiri saat mengerjakan ujian ataupun tugas yang sifatnya individu; b) Berani bertanya kepada guru ketika ada yang belum dipahami; c) Berani menyapa dan berbicara dengan orang lain; d) Berani tampil di depan kelas  atau perlombaan

November (BERPRESTASI): Berprestasi dan menghargai kompetisi
Indikator: a) Bersemangat dalam kompetisi untuk memperoleh juara (juara kelas, atau dalam perlombaan); b) Menerima kekalahan dari hasil kompetisi, tetapi tidak putus asa; c) Menunjukkan akhlak yang baik sebagai siswa SDII Al Abidin di manapun berada

Desember (GEMAR MEMBACA): Membaca buku setiap waktu
Indikator: a) No gaming, yes reading; b) Membaca buku yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang; c) Membaca minimal satu buku dalam satu pekan

Demikian postingan kali ini, mari kita bersama-sama untuk menyukseskan pendidikan karakter yang bagus ini. Semoga siswa-siswi kita menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah. Amiin


Referensi:
Buku pedoman pembelajaran dan pendidikan karakter siswa SDII Al Abidin, tahun 2015


Pendidikan Karakter yang Berkualitas


Pendidikan karakter saat ini merupakan sebuah kebutuhan mendesak bagi dunia pendidikan di Indonesia. Banyaknya kejadian luar biasa di lingkungan sekolah seperti tawuran antar pelajar, pornografi, kecurangan dalam ujian, dan masih banyak lagi, menyebabkan banyak kalangan merasa mendesak untuk segera diterapkan pendidikan karakter di sekolah. Untuk itulah hampir di setiap sekolah mulai mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk menghasilkan peserta didik yang lebih berkualitas. 

Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan untuk menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Diperlukan adanya sebuah program yang terukur standar pencapaiannya. Sebagai contoh, alat ukur pendidikan matematika sangatlah jelas. Siswa diberi soal ujian, jika nilainya di atas standar kelulusan minimal (KKM) artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan pendidikan karakter?


Jika siswa diberi soal terkait pendidikan karakter, ternyata soal tersebut tidak benar-benar mengukur keadaan sebenarnya. Sebagai contoh, jika kamu melihat sampah berserakan di dekatmu, apa yang akan kamu lakukan? Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah membersihkan sampah dan membuangnya ke tempat sampah. Pertanyaan saya, apabila hal ini benar-benar terjadi apakah akan terjadi seperti teorinya? Seperti jawaban ujian? 


Lantas, apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai dengan indikator perilaku yang dikehendaki. Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa tersebut tidak tahu saat dia sedang di observasi. Nah, kita dapat menentukan indikator jika dia memiliki perilaku yang baik saat guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan dengan seksama, tidak ribut dan adanya catatan yang lengkap. Mudah bukan? Dan ini harus dibandingkan dengan beberapa situasi, bukan hanya didalam kelas saja. Ada banyak cara untuk mengukur hal ini, gunakan kreativitas anda serta kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.


Pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus di antara ketiga stakeholders terdekat dalam lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara stakeholder lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat siklus pembentukan tersebut. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter.


Apakah kita benar-benar ingin mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas? Maka kuncinya sebagaimana sudah dipaparkan di atas, ada alat ukur yang benar sehingga ada evaluasi dan tahu apa yang harus diperbaiki, adanya tiga komponen penting (guru, keluarga dan masyarakat) dalam upaya merelaisasikan pendidikan karakter berlangsung secara nyata bukan hanya wacana saja tanpa aksi. Ingat, pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Dan yang terpenting adalah praktekkan setelah informasi tersebut di berikan dan lakukan dengan disiplin oleh setiap elemen sekolah.


Referensi:
http://www.pendidikankarakter.com/mewujudkan-pendidikan-karakter-yang-berkualitas/

Selasa, 04 Agustus 2015

Materi Diklat Kurikulum 2013

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diklat implementasi Kurikulum 2013 jenjang Sekolah Dasar kelas 3 di LPMP Jawa Tengah. Bagi Bapak/Ibu orang tua siswa ataupun teman guru yang memerlukan materi Diklat Kurikulum 2013 tersebut, berikut ini saya punya materinya oleh-oleh dari Nara Sumber saat mengikuti diklat di LPMP Jawa Tengah. Materinya dalam format Powerpoint. Silakan bagi yang berminat bisa mendownloadnya. Jangan lupa meninggalkan komentar ya. Semoga bermanfaat.

1. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013, download
2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013, download
3. Perangkat Permendikbud Kurikulum 2013, download
4. Konsep Pembelajaran Tematik, download
5. Konsep Pendekatan Saintifik, download
6. Model Discovery Learning, download
7. Model Problem Based Learning, download
8. Model Project Based Learning, download
9. Konsep Penilaian Otentik, download
10. SKL, KI, KD, download

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan